Suka tak?

20100225

Sentuhan 'Dunia Batinku'.

 Jarang saya  menonton apa-apa pun yang disiarkan lewat TV kecil di hujung katil yang sentiasa terpasang itu, secara sempurna. Hanya sesekali, mata saya menjeling ke arahnya.

Tapi, malam itu, 'Dunia Batinku', garapan pengarah berkarisme,Jinggo membuatkan bukan saja mata saya tertancap di situ, malah jiwa saya, turut seolah-olah terhenti di situ.

Jerih payah si ibu bersama permata hatinya yang yatim...... benar-benar meruntun deria rasa keibuan saya.

Klimaks kepada rentetan konflik demi konflik plot drama itu, Tuhan tiba-tiba mengambil nyawa si ibu, melalui satu unsur kejutan dalam teknik plot, meninggalkan anak-anak yang seusia 4 permata hati saya, Dia, Diba, Nabil dan Nuha.

Usai urusan pengebumian, si sulung yang kini menggantikan posisi ibu sebagai tunggak keluarga berbisik...

"Mak dah tak ada. Abang dah tak dapat doa dari mak. Mak, abang takut, abang tak kuat!" dituturkan dengan penuh jiwa dan rasa oleh remaja yang pernah menjadi pemegang watak utama dalam filem Mukhsin itu.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
"Ibu, abah masak nasi goreng kampung. Sedaaaaaap. Ibu nak makan?" Tiba-tiba Nuha Eiman muncul di pintu kamar. Dalam keadaan ibunya yang sesekali kalah kepada kesakitan yang menggigit pangkal rasa, si bongsu ini memang sering menjenguk kamar ibunya....dan mengambil berat!
.
.
.
.
.
"Ibu nak Nuha bawa ke sini ke?" Suara Nuha sekali lagi. Dari arah belakang saya.
.
.
.
.
.
.
"Ibuuu. Yuuhuuuuuu! Look at me! Ada keropok ni, kakak goreng!" Dia masih di belakang saya. Di ruang pintu kamar.
.
.
.
.
"Ibu!" Suara Nuha menghampiri saya.
.
.
.
.
.
.
.
"Eiiiiiiii...ibu! Nangis? Ahah!!!
.
.
.
.
"Syyyyyyyhhhh!"
..........................................
.................
........
.
.

Dan di hujung montaj, sebagai epilog cerita Jinggo mencatatkan;
" Dan apabila tepejam mata ibu,  hilanglah satu keberkatan si anak di sisi Tuhan. Ya, doa ibu tiada lagi mengiringinya..."
.
.
.
.
.
.
Tuhan...
Panjangkan umurku...
Agar aku dapat terus memayungi dan mendoakan anak-anakku....
Yang masih muda......
Amin Ya Rahman.
.
.
.
.
.
Sungguh....persediaan itu tidak cukup hanya dengan ini...


.....sedang mata itu, kalau memang tiba waktu mahu terpejam, tidak tentu waktunya!





وَإِذَا مَرِضْتُ فَهُوَ يَشْفِينِ
                        (Antara ayat shifa' : Dan apabila aku sakit, maka Dia sembuhkan aku)

CkLah...
.
.
.
.
.

Laa tahzan...Innallah ma'ana!
(Surah An Nur, ayat 32)
Mafhum: Jangan bersedih...sesungguhnya Allah maha mengetahui!

Kaki blog seorang kaki blog...

Kaki blog seorang kaki blog...